Minggu, 24 Januari 2016

KARENAMU AKU ADA

Karenamu Aku ada
Saat kumengenal diriMu,
Dirimu hadir dalam lubuk hatiku,
Dirimu mengisi jiwaku,
Mengisi jiwa dan hatiku,
Yang telah lama bersemidi penuh kesendirian.
Dirimu hadir menerangi kegelapanku,
Kegelapan jiwa dan hatiku,
Dirimu mengisi gelapku,
Mengisi gelapku dalam keheningan malam,
Dirimu melengkapi malam dan bulanku,
Melengkapi dengan bintang-bintang yang penuh keindahan,
Bintang-bintang yang penuh syahdu,
Bintang-bintang yang berkemilauan cahaya.
Ketika mentari tiada lagi memancarkan sinarnya,
Saat-saat mentari sudah mulai terbenam diufuk barat, dan
Mendung pun mulai berdatangan menyelimuti hatiku,
Kutak tahu harus bagaimana,
Kutak tahu harus berbuat apa,
Jiwaku, hatiku, terasa resah dan gelisah,
Resah dan gelisah karena kumemikirkan keadaan dirimu,
Dirimu yang mulai tertutupi tebalnya awan,
Tebalnya awan yang menjadikanku tak bisa lagi melihat dirimu,
Yang menjadikanku Tak bisa canda tawa bersama, dan
kutak bisa tahu kabar dirimu.
Jiwa dan hatiku terasa sepi dan sunyi,
Sampai pikiran pun terasa hampa,
Karena ku sangat merindukanmu,
Aku sangat menanti kehadiranmu,
Kehadiranmu yang mau melengkapi kekuranganku.
Meskipun pada suatu waktu,
Tebalnya awan menjadikanmu tak lagi untukku,
Menjadikan hiasan sinarmu yang berkemilauan cahaya, dan
Hiasan sinarmu yang penuh kesyahduan,
Sudah bukan untuk bulanku lagi,
Tapi aku akan terus berusaha sebelum semua itu terjadi,
Berusaha tuk selalu ada disampingmu,
Aku akan selalu berusaha dan berdoa,
Berdoa tuk dirimu selalu ada dalam dekapku, dan
Jika semua itu masih tak bisa menyatuhkan kita,
Aku sebagai manusia yang tercipta,
Cuma bisa berangan-angan dan berdoa (semua itu ada dalam aturan-Nya),
Berdoa agar semua yang kita jalani bersama bisa menyatu,
Menyatu selama-lamanya,
Di dunia hingga dikehidupan yang abadi kelak.


Bang Abdie (Abdullah, NS)

22 Januari 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar